Wajib Baca Hasil Renunganku Terkait Kegiatan Kita
by ALLADIN
Wajib Baca Hasil Renunganku Terkait Kegiatan Kita.
Lama saya memandu dan memberi kepahaman , supaya teman teman di sekitar saya menjadi lebih berarti dari yang sudah ada , menjadi manusia yang bermanfaat kepada sesama, menjadi manusia yang beragama,berbangsa dan berbudaya secara paripurna, pemikir kritis berjiwa demokratis, bersikap parktis tanpa ada rasa sok aktifis. bagaimana?.
6 Tahun aku coba jalani konsep satu persatu , mulai dari nuntun mengucapkan huruf satu persatu sampai aku bacakan buku, dari nasehat, teory sampai prkatek secara nyata, namun perkembanganya cuma itu itu saja, teman teman tetap menjadi manusia tanpa kedudukan kekayaan dan kemewahan bukan karena tidak mau tapi memang kurang mampu memanfaatkan kesempatan dan kurang kemuan untuk menciptkan peluang, dan resikonya peluang serta kesempatan yang di rencanak hanya tinggal angan angan tragis lagi ide dan pemikiran yang di rancang di ambil orang kemudian di jalankan lalu sukses, sementara teman teman saya tak dapat apa apa, jangankan untuk menuai kesuksesan untuk mengingat ide saran dan nasehat saja tak mampu, ada apakah ini?.
Mengeluh itu tak mungkin karena mengeluh tanda orang kurang sabar, putus asa juga tidak boleh karena itu sebagian dari dosa,kalau sekedar sandiwara rasanya tidak mungkin kenapa kegaiatan ini bertahan sampai sekarang, pahit lagi jika di bilang ini sekedar kegiatan pengisi waktu luang, tapi faktanya banyak masalah yang tidak bisa di selesaikan hanya dengan santai santai, lalu kenapa perubahan ini tak tercipta di saat usah hampir sampai puncaknya.jawabnya adalah.
1. Kurangnya sadar posisi dalam satu hubungan, misalnya posisi sebagai teman,sahabat ,guru atau sekedar kenalan.
2. Jika posisi hubungan tidak jelas mungkin masih bisa di maklumi selama ada kekompakan setidaknya ada istilah siapa yang memimpin siapa yang di pimpin.
3. Program program terbengkelai sebab 2 faktor di atas tadi.
4. Kurangnya fasilitas.
5. Kurang rasa tanggung jawab dan semangat kerjasama.
Adapun solusinya adalah.
1. Kembalikan struktur sebuah hubungan, walau ini bukan sebuah organisasi tapi pentaan posisi itu penting.
2. Terlepas dari posisi yang berbeda dan tanggung jawab yang tidak sama, harus tetap jaga kekompakan.
3. Bangun kembali progran progran yang telah ada.
4. Mulai berani saling berperan dan berkorban untuk memberi fasilitas, misalnya iuran.
5. Satu rasa satu penanggungan dan satu tujuan, dengan semboyan Sesama Orang Bodoh Jangan Sok Pinter, Sesama Orang Miskin Jangan Sok Kaya.
6. Masih ada satu tapi yang ini tidak bisa di tuliskan di sini.
Lama saya memandu dan memberi kepahaman , supaya teman teman di sekitar saya menjadi lebih berarti dari yang sudah ada , menjadi manusia yang bermanfaat kepada sesama, menjadi manusia yang beragama,berbangsa dan berbudaya secara paripurna, pemikir kritis berjiwa demokratis, bersikap parktis tanpa ada rasa sok aktifis. bagaimana?.
6 Tahun aku coba jalani konsep satu persatu , mulai dari nuntun mengucapkan huruf satu persatu sampai aku bacakan buku, dari nasehat, teory sampai prkatek secara nyata, namun perkembanganya cuma itu itu saja, teman teman tetap menjadi manusia tanpa kedudukan kekayaan dan kemewahan bukan karena tidak mau tapi memang kurang mampu memanfaatkan kesempatan dan kurang kemuan untuk menciptkan peluang, dan resikonya peluang serta kesempatan yang di rencanak hanya tinggal angan angan tragis lagi ide dan pemikiran yang di rancang di ambil orang kemudian di jalankan lalu sukses, sementara teman teman saya tak dapat apa apa, jangankan untuk menuai kesuksesan untuk mengingat ide saran dan nasehat saja tak mampu, ada apakah ini?.
Mengeluh itu tak mungkin karena mengeluh tanda orang kurang sabar, putus asa juga tidak boleh karena itu sebagian dari dosa,kalau sekedar sandiwara rasanya tidak mungkin kenapa kegaiatan ini bertahan sampai sekarang, pahit lagi jika di bilang ini sekedar kegiatan pengisi waktu luang, tapi faktanya banyak masalah yang tidak bisa di selesaikan hanya dengan santai santai, lalu kenapa perubahan ini tak tercipta di saat usah hampir sampai puncaknya.jawabnya adalah.
1. Kurangnya sadar posisi dalam satu hubungan, misalnya posisi sebagai teman,sahabat ,guru atau sekedar kenalan.
2. Jika posisi hubungan tidak jelas mungkin masih bisa di maklumi selama ada kekompakan setidaknya ada istilah siapa yang memimpin siapa yang di pimpin.
3. Program program terbengkelai sebab 2 faktor di atas tadi.
4. Kurangnya fasilitas.
5. Kurang rasa tanggung jawab dan semangat kerjasama.
Adapun solusinya adalah.
1. Kembalikan struktur sebuah hubungan, walau ini bukan sebuah organisasi tapi pentaan posisi itu penting.
2. Terlepas dari posisi yang berbeda dan tanggung jawab yang tidak sama, harus tetap jaga kekompakan.
3. Bangun kembali progran progran yang telah ada.
4. Mulai berani saling berperan dan berkorban untuk memberi fasilitas, misalnya iuran.
5. Satu rasa satu penanggungan dan satu tujuan, dengan semboyan Sesama Orang Bodoh Jangan Sok Pinter, Sesama Orang Miskin Jangan Sok Kaya.
6. Masih ada satu tapi yang ini tidak bisa di tuliskan di sini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar