Kamis, 15 Maret 2012

Malas Adalah Sifat Yang Setua Sejarah

Malas Adalah Sifat Yang Setua Sejarah

Malas Adalah Sifat Yang Setua Sejarah
Sejak zaman dahulu kala orang pemalas itu sudah ada dan diibaratkan seperti polutan yang bisanya hanya mencemari lingkungan saja.
Seorang Pemalas itu tidak ada gunanya, dan jauh lebih buruk dari orrang bodoh. Kalau orang bodoh adalah orang yang mau tapi tidak bisa kerja dengan bagus. Namun orang malas adalah sekalipun mampu tetapi tidak mau bekerja. Dan sialnya, pemalas itu ada dimana-mana, dan jumlahnya sangat banyak baik di kota maupun di desa, baik pria maupun wanita, dewasa maupun anak-anak. Dan sifat dasarnya selalu sama... menyusahkan orang lain saja, seperti benalu!
Pemalas itu bukan hanya di benci manusia, melainkan juga di benci tuhan! Coba simak apa kata Amsal Salomo tentang pemalas, "seperti cuka bagi gigi, dan asap bagi mata, demikian si pemalas bagi orang yang menyuruhnya"
Kemalasan itu adalah bapak kemiskinan. Jika seseorang malas, orang itu layak menjadi miskin, seperti ada tertulis, "Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka ia tidak mendapat apa-apa". Sebagai tambahan, "seperti pitu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya ,.,. tidur sebentar lagi dan mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi lalu berbaring. Maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata."
Nasihat bagi pemalas ialah, "Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak; biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau pengusanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar