Kamis, 15 Maret 2012

Untuk Kreatif Butuh Pengorbanan (bag ke 2)

Untuk Kreatif Butuh Pengorbanan (bag ke 2)

Bukan hanya memberi mereka balok kayu berwarna-warni,puzzle beraneka motif,sepeda roda tiga yang mewah,atau aneka mainan khusus anak-anak yang bertebaran di toko,anak-anak juga membutuhkan ijin dari orang tuanya untuk mengucek adonan teligu,mengupas kulit wortel,membuat kegiatan sendiri dari dinginya air yang dituang ke dalam wadah beraneka bentuk,di lengkapi potongan pipa bekas,sedotan jus,dan benda-benda lain yang ada di rumah.jika kita bertanya pada mereka apakah itu, jawabanya mungkin sangat mengejutkan :"Ini adalah pompa air Mama.Ini pipanya dan ini pompanya.Pipa ini ditahan oleh dua buah gelas supaya tidak jatuh.Tadi waktu Ade coba dengan satu gelas,pipanya jatuh Mama." Eksperimen mereka kadang-kadang sangat cermat,dan mereka menemukan prinsip-prinsip kerja sebuah benda lewat kegiatan tidak terstruktur semacam itu.Pastinya,satu hal yang mereka butuhkan untuk melakukan semuanya,yaitu pengorbanan orang tua untuk melihat celana mereka basah,lantai di halaman depan berantakan,dan jejak-jejak kaki kecil mereka yang basah bercampur debu tak terelakkan harus membekas di ruangan tamu atau dapur kita yang bersih.Saya bisa merasakan,bagaimana susahnya merelakan anak-anak bermain dengan cara mereka sendiri dengan bahan-bahan bermain hasil imajinasi mereka sendiri,yang sebenarnya sangat mudah dan murah.Masalahnya,kita tidak rela mengijinkan mereka menyentuhnya karena kita tak mau melihat ruangan berantakan.Tapi,setelah sekian lama saya memperhatikan perkembangan mereka,cara mereka berpikir,dan antusiasme mereka yang luar biasa saat mereka bermain dengan cara itu,saya sadar,sesungguhnya anak-anak sudah belajar banyak justru lewat kegiatan yang tak terbukukan,tidak terjadwalkan,dan tidak terkurikulumkan secara hitam putih.Kreativitas tumbuh dari banyak mencoba dan rasa aman dan merdeka dari larangan yang berlebihan. saya kira itulah pengorbanan terbesar buat orang tua manapun,untuk membuat anak-anak mereka mampu berpikir dan bertindak kreatif dalam menyelesaikan masalah kehidupan. sekian. . . . !.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar